Cara Mudah Mengatasi Permasalahan di Karburator
TEMPO Interaktif,
Jakarta
- Beberapa pemilik sepeda motor mengaku kerap menghadapi persoalan
meski sebelumnya kendaraan mereka sehat walafiat. Begitu pun dengan
bahan bakar, tak pernah terlambat mengisinya.
Beberapa keluhan
yang kerap terlontar adalah saat stasioner putaran mesin per menit (RPM)
tidak stabil. Walhasil, saat motor dipanaskan atau dalam posisi diam
dan pengendara tidak menarik tuas gas tiba-tiba suara mesin keras. Tak
berapa lama kemudian kembali melemah. Begitu seterusnya.
"Bahkan,
kadang-kadang saat jalan mbrebet atau tersendat-sendat. Kalau motor
dijalankan tarikan lambat seolah tidak bertenaga," aku Fendry Julianto,
warga Cipondoh Makmur, Tangerang.
Menurut Sutjiadi, mekanik
Bintang Motor, bengkel yang berada di kawasan Jalan Daan Mogot,
Kalideres, Jakarta Barat, semua permasalahan itu bersumber di
karburator.
"Ada beberapa penyebab, pengabutan bahan bakar yang
tidak sempurna, proses pencampuran udara yang terlambat, dan lain-lain.
Itu kalau melihat busi dan bahan bakar tidak ada masalah," papar dia,
Jumat (4/2).
Lantas apa saja permasalahan di karburator yang bisa
menyebabkan permasalahan seperti yang dikeluhkan Fendry? Bagaimana cara
mengatasinya? Berikut tips dari Sutjiadi :
1. Mesin tersendat saat stasioner
Permasalahan
ini terjadi karena campuran bahan bakar yang ada di venture (lubang
karburator) dengan udara tidak cukup banyak dan seimbang. Walhasil,
proses pembakaran juga tidak akan sempurna.
Bila pembakaran
tidak sempurna, maka hentakan tenaga untuk mendorong piston yang akan
menggerakkan motor juga lemah. Akibatnya, mesin tersendat-sendat atau
istilah awamnya mbrebet.
Menurut Sutjiadi, cara mengatasi
permasalahan ini cukup mudah. Pertama putar setelan sekrup udara searah
jarum jam atau arah menutup. Hal itu dimaksudkan untuk memperbanyak
campuran udara dengan bahan bakar.
Kedua, pindah posisi pilot
jet ke tingkat yang lebih besar. Ketiga, ganti jarum skep atau throttle
dengan jarum yang berdiameter lebih kecil. Hal itu dimaksudkan agar
campuran udara dan bahan bakar di venturi yang akan disemburkan ke ruang
bakar mesin lebih besar.
2. Tarikan lemah
Kondisi
ini persis seperti masalah nomor satu, yaitu campuran bahan bakar dan
udara yang tidak sempurna seperti ukuran ideal yang ditetapkan oleh ahli
dari pabrikan. Untuk mengatasinya, cukup mengganti main jet dengan
ukuran yang lebih besar.
"Itu terjadi karena asupan bahan bakar tidak sesuai dengan standar atau istilahnya kering," kata Sutjiadi.
3. Motor terlalu banyak menghasilkan asap hitam
Umumnya
para mekanik di bengkel menyebut masalah ini dengan istilah karburator
terlalu basah. Artinya, asupan bahan bakar ke lubang venturi terlalu
berlebih dari takaran seharusnya. Sebaliknya udara yang masuk terlalu
sedikit.
Untuk mengatasinya, lakukan beberapa langkah. Pertama,
putar sekrup setelan udara keluar atau ke arah melepas. Hal itu
dimaksudkan untuk memperbanyak udara di venturi.
Kedua, ganti pilot jet ke nomor yang lebih kecil. Ketiga, ganti jarum skep (throttle) dengan jarum yang berukuran lebih besar.
4. Mesin mengambang atau putaran mesin (RPM) lemah
Sering
terjadi, saat pengendara motor telah menarik tuas gas hingga seperempat
dari ukuran seharusnya putaran mesin ternyata ogah-ogahan beranjak
naik. Sehingga, motor seperti sulit untuk dijalankan.
Kondisi
seperti itu bisa terjadi karena bahan bakar yang masuk ke lubang venture
karburator tidak sebanyak dari takaran yang dirancang oleh para ahli di
pabrikan. Sebaliknya asupan udara yang lebih banyak. "Istilah bengkel,
karburator terlalu kering," terang Sutjiadi.
Cara untuk
mengatasi masalah ini ada dua langkah yang harus ditempuh. Pertama,
gunakan jarum skep (throttle) yang berukuran lebih kecil. Hal itu
dimaksudkan agar campuran udara dan bahan bakar lebih banyak.
Kedua,
putar skep setelan udara ke arah jarum jam atau mengencanginya sehingga
udara yang masuk ke venture akan ditekan kuat ke arah ruang bakar.
"Campuran udara dan bahan bakar yang telah seimbang dan didorong dengan
kuat, akan menjadikan proses pembakaran lebih sempurna," terang
Sutjiadi.
5. Kecepatan motor sulit bertambah dan tenaga mesin datar Bila
menemui kondisi seperti itu, berarti campuran udara dan bahan bakar di
karburator terlalu banyak atau melebihi takaran yang semestinya.
Biasanya para mekanik menyebutnya banjir.
Cara untuk
mengatasinya, lepas karburator dan setel jarum pencampuran udara dan
bahan bakar. Agar pencampuran udara dan bahan bakar sempurna gunakan
main jet berukuran kecil.
Jangan lupa lepas busi dan bersihkan
bagian kepalanya. Bila perlu setel jarak antara pemantik busi dengan
sumbu agar proses pengapian sempurna
Itulah beberapa tips mengatasi permasalahan yang kerap terjadi di karburator motor. Semoga bermanfaat.
ARIF ARIANTO